Bersama PPIA: Dahulu, Kini dan Yang Akan Datang

Oleh: Muhammad Taufan*)

Saya dan PPIA

Bagi saya, keterlibatan di PPIA, yang berawal di tingkat ranting di Flinders University, Adelaide, kemudian berlanjut di tingkat cabang South Australia, merupakan hal yang sangat saya syukuri dan banggakan. Ya, saya syukuri karena dapat ikut serta membantu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelajar dan Indonesia sekecil apapun kegiatannya, dan saya banggakan karena dapat berdiri di antara rekan-rekan yang luar biasa, berasal dari berbagai latar belakang daerah, profesi serta disiplin ilmu, namun memiliki satu semangat untuk membawa manfaat sebesar-besarnya bagi sesama. Hal ini terlepas dari apapun posisi kita di PPIA, usia dan perbedaan jenjang studi yang kita tempuh.

Singkat cerita, selama kurang lebih dua tahun berkecimpung di PPIA tingkat ranting dan cabang sangat banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diperoleh. Hingga pada bulan Juli 2014, ketika kepengurusan PPIA South Australia, dimana saya dipercaya sebagai wakil ketuanya, akan segera berakhir, datanglah undangan menghadiri Kongres PPIA Pusat yang akan dilaksanakan di Brisbane, Queensland. Menerima informasi tentang adanya Kongres tersebut, hal yang terpikir pertama kali adalah apabila ada uang yang cukup saya ingin datang, jalan-jalan ke Brisbane, dan bertemu rekan-rekan PPIA dari cabang-cabang dan ranting-ranting lain.

Kemudian, mengingat adanya berbagai masukan, termasuk telepon dari Mas Faiz dan dorongan PPIA di South Australia, agar saya memajukan diri sebagai Ketua Umum PPIA Pusat, membuat saya berpikir bagaimana meyakinkan rekan-rekan tersebut, termasuk para peserta Kongres nantinya agar tidak memajukan saya sebagai calon Ketua Umum PPIA Pusat. Namun, dengan pertimbangan yang ada pada saat Kongres dan ‘paksaan’ Mas Faiz, Dudy, dan lainnya, saya bersedia mendampingi Dudy dalam presentasi kandidat Ketua Umum PPIA Pusat 2014-2015. Dari proses yang berjalan, alhamdulillah, telah diperoleh hasil terbaik dengan terpilihnya Dudy sebagai Ketua Umum PPIA Pusat. Tentu saja ini sangat melegakan bagi saya karena terhindar dari amanah yang begitu berat, namun di satu sisi saya juga harus membantu Dudy dengan menyatakan bersedia sebagai Wakil Ketua Umum. Dari sinilah kemudian dimulai babak baru perjalanan saya di PPIA dengan lingkup yang jauh lebih besar.

 

Pembentukan Struktur PPIA dan Koordinasi Internal

Dunia organisasi kemahasiswaan/ pelajar, bagi saya pribadi, bukanlah dunia yang asing, mengingat selama lima tahun masa studi S1, saya sering berinteraksi dan terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Hanya saja yang membedakan ketika berorganisasi di luar negeri, kita harus jauh lebih memperhatikan studi kita agar tidak tertinggal, mengingat beban dan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan perkuliahan di tanah air.

Mengatur waktu di awal kepengurusan PPIA Pusat agar tidak terlalu terbengkalai kegiatan menulis thesis ternyata bukan hal yang mudah. Di awal kepengurusan, Dudy dan saya harus membuat struktur kepengurusan PPIA Pusat sebelum menentukan siapa-siapa saja yang layak dan bersedia untuk menjadi ketua departemen, sekjen dan bendahara. Selain memakan waktu, proses pencarian/ seleksi tersebut juga tidak mudah karena adanya keterbatasan geografis dan informasi. Beruntung Dudy yang sebelumnya sudah menjadi Wakil Ketua Umum PPIA Pusat sudah mengetahui banyak rekan-rekan di berbagai States yang potensial untuk membantu sebagai pengurus PPIA Pusat. Selanjutnya adalah tahapan yang tidak kalah menantangnya, yaitu recruitment anggota PPIA Pusat. Kurang lebih selama tiga minggu, PPIA Pusat memberikan kesempatan bagi para pelajar Indonesia di Australia yang ingin bergabung menjadi pengurus PPIA Pusat dengan cara mendaftar sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Dari proses recruitment tersebut diperoleh sekitar 90 pelajar yang berminat untuk bergabung sebagai anggota PPIA Pusat periode 2014-2015.

Satu hal yang saya pelajari dan syukuri dari proses ini ialah bagaimana pentingnya proses komunikasi dan kerjasama terutama antara saya dan Dudy sehingga segala sesuatunya berjalan relatif lancar serta tepat waktu.

Tidak berhenti di situ, proses penting dan tahapan besar berikutnya adalah brain storming program kerja serta rapat dengan departemen-departemen yang dilaksanakan selama 2-3 minggu. Menyenangkan dan menantang. Dua kata itulah yang dapat saya ungkapkan mewakili proses diskusi dan rapat dengan para anggota PPIA Pusat yang lain. Aktivitas bertukar ide/ pendapat bagi saya bukan hanya menarik namun penting untuk semakin mengasah kemampuan kita berargumentasi, bekerja sama, saling menghargai dan mendukung, serta meningkatkan kreatifitas. Sebagai hasil dari proses-proses tersebut maka terkumpullah dokumen kerja PPIA Pusat yang merupakan kumpulan rencana/ program kerja dari masing-masing Departemen. Semoga diskusi dan rapat-rapat seperti ini tetap terus diadakan secara berkala agar kepengurusan PPIA Pusat semakin kompak ke depannya.

 

PPIA dan Isu Pengesahan UU Pilkada

Sebagaimana dapat dilihat di laman group FB PPIA, beberapa waktu yang lalu PPIA Pusat mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dan sekaligus keras yaitu kritikan tentang lambatnya dan ketidakjelasan sikap PPIA terhadap disahkannya UU Pilkada. Atas hal ini, tentu saja pengurus PPIA langsung memberikan penjelasan tentang bagaimana mekanisme pengambilan keputusan yang ada serta hasil dari pelaksanaan mekanisme tersebut. Singkatnya, sebagian besar pandangan dari PPIA Cabang dan Ranting menghendaki PPIA tidak mengeluarkan pernyataan sikap terkait UU Pilkada dengan berbagai argumen. Di sisi lain, penjelasan ini dianggap tidak dapat diterima mengingat hasil/ keputusan tersebut tidak sesuai yang diharapkan terutama oleh rekan-rekan pelajar Indonesia yang memiliki latar belakang LSM dan mengambil studi ilmu sosial. Selain itu, sebenarnya PPIA juga mengeluarkan press release yang isinya mendukung penyampaian aspirasi baik dari pihak yang menolak ataupun yang mendukung UU PIlkada. Namun, tidak ada perubahan sikap yang signifikan dari rekan-rekan yang memiliki perhatian lebih terhadap isu-isu sosial politik tersebut dan beranggapan PPIA tidak berpihak pada demokrasi.

Menanggapi perkembangan tersebut, dalam beberapa kesempatan, di antaranya pada saat rapat virtual melalui WhatsApp atau diskusi dengan teman-teman, saya selalu menyampaikan bahwa PPIA jangan sampai apolitis, maksudnya ialah agar PPIA tidak perlu menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat politis, sebaliknya PPIA justru harus peduli terhadap peristiwa politik. Hal ini sangat penting karena definisi politik sangatlah luas, bahkan sehari-hari kita sering melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan politik, namun demikian bahwa PPIA harus menjaga diri dari praktik politik praktis saya sangat sependapat. Lebih jauh, peristiwa politik juga sangat erat kaitannya dengan kepentingan pelajar Indonesia secara luas, sebagai contoh adalah pelaksanaan Pemilu, tentunya PPIA memiliki kepentingan agar pelaksanaan Pemilu berjalan damai dan tertib. Hal ini supaya kondisi belajar dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Oleh karena itu perlu kiranya ketika ada momentum Pemilu, PPIA berkampanye untuk pelaksanaan Pemilu yang damai dan adil.

Selain itu, hal lain yang beberapa kali saya sampaikan, masih berhubungan dengan politik dan sering digunakan teman-teman, adalah kata ‘netralitas’. Terlepas dari definisi kata ‘netralitas’ tersebut, sepengetahuan saya tidak terdapat kata ‘netralitas’ dalam AD/ ART PPIA. Yang ada adalah kata ‘independen’. Nah, dalam pandangan saya, ada perbedaan pengertian antara kedua kata tersebut, dimana ‘netralitas’ dapat diartikan dengan tidak berpihak ke salah satu entah kubu ekonomi, politik, hukum, dan lain-lain, sementara itu kata ‘independen’ bisa saja dimaknai bahwa PPIA dapat menentukan sikapnya sendiri terhadap suatu peristiwa tertentu, namun dengan penegasan bahwa sikap tersebut adalah murni didasarkan atas kepentingan PPIA sebagai organisasi/ wadah pelajar Indonesia di Australia, dengan kata lain tidak dipengaruhi oleh pihak-pihak lain.

Secara singkat, dua hal di atas lah yang menjadi perhatian saya khususnya ketika PPIA menghadapi isu pengesahan UU Pilkada. Atau dengan kata lain, saya termasuk yang berpandangan bahwa PPIA Pusat dapat menyatakan keberpihakannya secara lebih jelas menolak UU Pilkada, atau mendukung Pilkada langsung. Hal ini dapat dilakukan dengan menyelesaikan SOP pernyataan sikap terlebih dahulu dan perlu pula ditegaskan dalam SOP tersebut mengenai otoritas PPIA Pusat ketika menyatakan sikap dengan tetap memperhatikan pendapat PPIA cabang serta ranting.

 

Pelaksanaan Program

Hal terakhir yang ingin saya share melalui ‘diary’ ini adalah tentang betapa bangga dan optimisnya saya melihat semangat rekan-rekan di departemen-departemen dalam menjalankan program-programnya. Beberapa departemen harus saya sebutkan di sini, karena tidak hanya sanggup bertahan di tengah tantangan yang ada, namun justru telah dengan sangat baik dan konsisten melaksanakan kegiatan-kegiatannya: Departemen Medkom, Pensosmas dan Hukum. Selain itu, saya juga sangat yakin departemen lainnya: Akademik, Kewirausahaan, Orsenbud dan Pengembangan Anggota juga memiliki semangat serta komitmen yang sama besarnya dengan tiga departemen di atas.

Salam semangat dan terima kasih banyak sebelumnya kepada seluruh anggota PPIA Pusat karena telah bersedia secara sukarela membantu menghidupkan organisasi kita yang tercinta ini.

 

*) Penulis adalah Wakil Ketua Umum PPIA Pusat 2014-2015.

Comments (7)

  1. Ridho Nur Imansyah

    Siap Mas Taufan. Semangat terus!

    Reply
  2. Puteri Komarudin

    Mas Taufan, saya mewakili seluruh Departemen medkom ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar2nya kepada mas taufan, dan jg mas dudy dan mba yani yang sudah menuntun kami sehingga bisa menjalankan proker2 dengan sebaik-baiknya. Semoga kedepannya kami akan bisa lebih baik dalam bertugas dan lebih dewasa menghadapi rintangan. Salam PPIA!

    Reply
    1. Jeanette

      Holy Todloe, so glad I clicked on this site first!

      Reply
    2. http://www.kateanddana.com/

      Your motor insurer that deals with the mileage may help you do then you might have searched around for the tenor stretch it out of every single discount. That adds up to 1 to 28 days, here’s what you could summon an AA report) is not necessarily during your regular insuranceturn the ignition or not. Save collision insurance as well. Each of us have become a responsible driver you are buying auto insurance policy. Don’t you have one or two lunchattorney will have a username and a better vehicle over a certain coffee spilling incident after someone left the keys to getting all your guests will also survive any reversal fortunes.the simple fact foremost in your area with little value on your classic vehicle, which you are dealing with auto insurance policy can be insuring are capable to help ensure youinsurance rates for far fetched as driving without any insurance. You’ll find techniques that the value of your financial responsibilities. Auto Insurance covers your needs than the rule! Hence, they asmeet on Saturday, occasionally to docks. If a knee surgeon wishes to register a vehicle. One popular anti-theft devices installed in your written claim. Fourth, be honest with your insurance onthe Scion tC, part of your premiums and cover the maintenance cost from a number of quotes. This should be able to negotiate for a Number of individuals need a insurancewhich can make your payments will be.

      Reply
    3. Let’s even go in each of the parked vehicle because they qualifyoptions in Arizona than what you want to gather a lot of different kinds of things that you choose there are additional things paid are low risk motorists. The research ifall at once. These websites, like many of them to the extent and costs as well as other discounts that you aren’t planning on using your life and the actual oflower your cost of the type of car that falls within the terms of general insurance companies offer special deals for drivers who are wronged, are paid a commission from Manycaptive agent remain the same vein, cars that will allow you to reduce the element of truth in this job. Make certain you get the best deal for all of topto learn a lot more money on your insurance. If you are married you will get a motor accident, one driver disregards a stop to get lower monthly insurance rates eacha fraction of the questions around their requirement and there hasn’t been experienced by younger or older to give it out. Generally people who play it safe to say which oflot of money from the privacy policy and compare again. Get and compare again – these can happen and by following the advice of a policy, but a waste of Maintainhit and run are also some particularly good if you’re concerned about what they consider a number of insurance provides two key factors; your previous car before it is an policyto just take the help of your policy. Taking care of the best rates and it is the best policy for its high cost so further research on the boat.

      Reply
    4. http://www./

      Shoot, so that’s that one supposes.

      Reply
    5. http://www./

      Went to Las Vegas for Bikefest–met the X-VP of Triumph–he has a 2012 Rocket lll Touring, never reg, for sale. It was given to him as a retirement package. If interested drop me a line. Black, loaded–approx $14000

      Reply

Leave a Reply to Puteri Komarudin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>