Do It Now : Sometimes “Later” Becomes “Never”

Oleh : Kartika Sari Henry *)

1 Agustus 2014.

Tepat satu bulan setelah saya datang ke Melbourne – kembali lagi jadi pelajar dan untuk pertama kalinya bersekolah di luar Indonesia. Saya melihat PPIA Pusat membuka pendaftaran anggota untuk periode kepengurusan 2014-2015 melalui Facebook. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tahu tentang apa yang sudah dilakukan oleh PPIA Pusat. Hal menarik pertama yang saya temukan adalah PPIA Pusat mengoordinasi pengumpulan dan penyaluran 1-2 ton buku dalam beberapa tahun terakhir untuk anak-anak Indonesia. Bagi saya, jumlah tersebut BESAR sekali dan menunjukkan tindakan nyata. Walaupun berada di luar negeri, kita tetap dapat berkontribusi bagi Indonesia. Saya pun mulai membaca satu persatu program PPIA Pusat dan semakin tertarik untuk bergabung. Tetapi…

Terpikir sederet pertanyaan sebelum mendaftar, antara lain:

  • Saya kan baru datang, apakah tidak lebih baik adaptasi dulu setahun dan nanti tahun depannya baru ikutan?
  • Apakah tidak sebaiknya saya mulai dari PPIA ranting dulu? Kemudian setelah kenal dengan beberapa orang baru berkontribusi untuk PPIA Pusat?
  • Dan masih banyak pertanyaan lain yang membuat saya ragu untuk mendaftar karena rasa-rasanya saya tidak akan terlalu fungsional bagi PPIA Pusat. Pemikiran yang cukup logis, bagaimana mungkin bisa memberikan sumbangsih bila tidak tahu situasi dan tidak kenal siapa-siapa? Tapi mungkin salah satu cara yang paling baik untuk mengenal suatu organisasi adalah dengan terlibat langsung di dalamnya…

16 Agustus 2014 malam, saya memutuskan untuk mendaftar sebagai pengurus PPIA – hitung-hitung sebagai hadiah bagi diri saya sendiri pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia! Malam itu adalah tenggat hari terakhir pendaftaran anggota dan saya semakin menyadari bahwa masa belajar saya di Australia sangat singkat, hanya dua tahun dan harus saya manfaatkan sebaik mungkin! Kalau saya selalu berpikir nanti saja baru ikut, mungkin pada akhirnya saya tidak akan ikut sama sekali. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi tahun depan. Mungkin saja perkuliahan dan hidup menjadi semakin sulit.

Akhirnya, empat hari kemudian saya ditelpon dan dikabarkan masuk di Departemen Pengembangan Anggota. Rasanya mirip seperti ketika dapat panggilan interview bekerja – senang dan tertantang menjadi salah satu dari 92 pengurus PPIA Pusat! Awalnya, saya menebak-nebak apakah organisasi ini akan sama dengan Senat atau Badan Perwakilan Mahasiswa yang pernah saya ikuti di Indonesia. Ternyata cukup mirip, namun dengan lingkup lebih besar dan tantangan lebih tinggi karena anggota-anggotanya terpisah jarak yang cukup jauh di seluruh penjuru Australia. Tidak dapat bertemu secara fisik bukan merupakan penghalang karena setiap rapat via Skype semua orang sangat bersemangat meski terkendala perbedaan waktu – saat di WA belum lagi waktu pulang kerja, di NSW sudah masuk waktu tidur.

Hari ini, saya tergerak untuk ikut menulis pada Diary PPIA setelah bertemu dengan beberapa teman pengurus PPIA Pusat yang berdomisili di Melbourne, juga Kepala Departemen Pengembangan Anggota, Joos, serta setelah membaca diskusi antaranggota departemen di WhatsApp. Bila saya tidak mendaftar atau tidak diterima menjadi bagian dari PPIA, saya tidak akan punya kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang-orang hebat ini. Kenapa saya bilang hebat? Sederhana… Karena mereka mau menyediakan waktu di tengah kesibukan sekolah, bekerja, dan berkeluarga untuk mengurusi organisasi, berkumpul, berbagi cerita, cara pandang, dan pengalaman antarsesama pelajar Indonesia. Tidak semua orang bersedia dan peduli untuk melakukan hal tersebut.

Semoga kami dari Departemen Pengembangan Anggota dapat memberikan sedikit sumbangsih bagi para pelajar Indonesia yang akan, sedang, dan hampir selesai mengenyam pendidikan di Australia!

 

*) Mahasiswa jurusan Laboratory Medicine, RMIT University dan Anggota Departemen Pengembangan Anggota, PPIA Aktivis 2014-2015.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>