Monthly Archive: July 2015

Beritakanlah, Kawan: Air Mengalir Sampai Jauh…

Oleh: Dhimas Wisnu Mahendra*

Akhirnya… :)

Sesuatu yang berawal dengan apik, dan telah berjalan sangat baik, ketika tiba masa berakhir, sepantasnya ia diakhiri dengan indah pula. Setahun begitu cepat. Serasa baru kemarin saya memberi pengantar untuk Diary PPIA dengan tulisan berjudul “Mengawal Bagai Kanal, Biar Deras Air Mengalir”. Semasih tak cukup banyak kisah bisa dirangkai, kini tahu-tahu periode kepengurusan PPIA Aktivis 2014-2015 sudah harus berakhir.

Jika sebuah kisah memiliki prolog, selayaknya ia ditutup dengan epilog. Butuh waktu khusus bagi saya menuliskan ini, di sela persiapan ujian, menata emosi dan bergulat dengan damai hati. Saya bahkan butuh memutar lebih dahulu lagu-lagu legendaris dari Ebiet G. Ade hingga almarhum Gesang untuk mendapatkan atmosfir yang mengena sebelum menulis. Maka inilah semacam catatan akhir periode dan laporan pertanggungjawaban Diary PPIA sebagai sebuah program baru yang diperkenalkan oleh PPIA Aktivis.

(more…)

Jangan Berhenti Sampai Mati

Oleh: Felix Chandra*

Berasal dari keluarga sederhana di kota kecil, saya mempunyai cita-cita yang besar untuk menjadi seseorang yang berguna bagi siapapun. Kesempatan bersekolah di Singapura adalah cikal-bakal saya terbuka kepada mata dunia. Di sana saya merasa sangat terbantu dalam meningkatkan daya percaya diri dan menjalin koneksi dari berbagai macam negara serta menumbuhkan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas. Di sana juga saya mulai berkesempatan berorganisasi dengan menjadi salah satu “prefect” yakni istilah yang ditujukan bagi murid yang bertugas menegakkan ketertiban berdasarkan peraturan dari sekolah. Singkat cerita, saya merasa terbantu dengan pengalaman ini dimana saya harus menjadi panutan bagi murid-murid lainnya.

Setelah menyelesaikan “secondary school” dan menyelesaikan ujian GCE-O level dengan hasil memuaskan, saya mulai memikirkan langkah untuk jenjang studi selanjutnya. Saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia selama satu tahun untuk masa “foundation” sebelum melanjutkan ke RMIT University. Australia, itulah negara kangguru yang merupakan salah satu negara yang ingin saya kunjungi sejak lama. Saya mendapat tawaran untuk menuntut ilmu di negara ini dalam bidang nutrisi pangan dan teknologi.

Diamanatkan menjadi salah satu ketua publikasi dalam proyek tahunan PPIA RMIT yang ke-3 bertemakan “Project O IGNITE” merupakan kesempatan emas mengasah ketertarikan saya untuk menjadi ketua dan di bidang yang cukup menarik perhatian dalam sebuah acara besar. Mandat ini pun saya laksanakan dan membuahkan hasil yang cukup memuaskan bagi saya. Selepas masa jabatan ini, saya diberi kesempatan untuk melayani hubungan masyarakat PPIA RMIT pada tahun 2014. Jabatan tersebut saya jalankan selama satu tahun dibarengi dengan pendaftaran untuk menjadi penanggung jawab media sosial PPI Australia.

(more…)